Daerah  

Exavator Milik Dinas Pertanian Malaka Diduga Kerja Proyek Desa Fahiluka, Begini Penjelasan Kades

IMG 20240615 WA0012

RaebesiNews.com – Exavator mini milik Dinas Pertanian Kabupaten Malaka ditemukan awak media lagi beraktivitas di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Sabtu (15/6/2024).

Keberadaan exavator tersebut beberapa waktu lalu dipertanyakan oleh DPRD Kabupaten Malaka saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Pemkab Malaka.

Kades Fahiluka, Adrianus Leki saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut.

Menurut Kades, pemerintahan desa Fahiluka pinjam pakai exavator milik Dinas Pertanian Malaka untuk membantu menggali saluran air di dusun Bolan A, Bolan B dan Dusun Lawalu.

“Pemdes sudah kasih masuk proposal permohonan sejak bulan Maret kedinas guna pinjam pakai alat Exavator mini untuk membantu mengalirkan genangan air di beberapa dusun termasuk kampung adat bolan di dusun Bolan A, Dusun Bolan B, dan dusun Lawalu,” tulis Kades Fahiluka saat dihubungi media via pesan WhatsApp, Sabtu (15/6/2024).

Kades Fahiluka juga membantah isu yang beredar bahwasanya Exavator Milik Dinas Pertanian Malaka mengerjakan proyek milik Pemdes Fahiluka.

“Bukan proyek itu. Hanya bantu pemukiman warga agar tidak tergenang air ketika hujan,” ungkap Kades Adrianus.

“Wilayah saya banyak tergenang air makannya saya buat surat prosposal permintaan pinjam pakai di dinas untuk alirkan air di pemukiman agar air bisa lancar sehingga tanaman pertanian tidak rusak dan jangan ada penyakit akibat genangan air,” kata Kades Fahiluka.

Sulit Bagi Petani Mendapatkan Bantuan Exavator Milik Dinas Pertanian 

Sulitnya mendapatkan bantuan exavator milik Dinas Pertanian Malaka dikeluhkan warga yang berprofesi sebagai petani.

Pasalnya banyak sekali saluran air yang tersumbat di lokasi persawahan yang mana membutuhkan exavator untuk dikeruk. Hal ini berakibat fatal bagi para petani sawah yang sudah menyiapkan lahan untuk ditanami padi pada musim tanam kedua tahun ini.

Keluhan ini disampaikan oleh Erik Minggus warga Desa Naimana, wewakili para petani.

“Kami masyarakat tidak tahu harus dengan cara apa minta bantuan exavator milik Dinas Pertanian tersebut. Soalnya jarang sekali atau bahkan tidak pernah kita lihat exavator tersebut beroperasi untuk membantu petani,” Keluh Erik Minggus.

Tidak hanya itu, sulitnya mendapatkan bantuan exavator dari Dinas Pertanian Kabupaten Malaka juga dikeluhkan oleh ketua fraksi Golkar DPRD Malaka, Henri Melki Simu.

Hal ini dikemukakan saat RDP dengan Dinas Pertanian dengan DPRD Kabupaten Malaka.

“Saya minta Exavator milik Dinas Pertanian itu sudah 2 tahun lalu untuk bawa bantu petani di Desa Lakekun, tapi tidak dilayani. Herannya exa itu bisa ada di Fahiluka,” ungkap Henri Melki Simu, Selasa (11/6/2024).

“Harapan saya sebagai wakil rakyat, exavator milik Dinas Pertanian itu harus benar-benar hadir untuk kepentingan para petani,” tegas Henri Melki Simu.

Sementara itu, Kadis Pertanian Malaka hingga saat ini belum menjawab konfirmasi awak media.***

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version