RaebesiNews.com – Menyikapi dinamika sosial yang tengah menghangat di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran menyampaikan seruan moral yang kuat kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
Seruan ini disampaikan di tengah maraknya aksi demonstrasi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir yang menyoroti berbagai isu pembangunan dan kebijakan daerah.
“Berjuang harus berdasarkan nurani yang tulus, murni, untuk kebaikan umat manusia. Jangan mudah dihasut, dan jangan ditunggangi oleh mereka yang mewarisi sifat-sifat penjajah yang suka adu domba sesama anak-anak bangsa Indonesia,” ujar Bupati Bria Seran dalam pernyataan terbukanya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan moral agar perjuangan, termasuk melalui demonstrasi, tidak kehilangan arah dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur perjuangan rakya, bukan kepentingan kelompok tertentu yang mengatasnamakan rakyat namun justru mengorbankan kepentingan umum.
“Yang dilakukan ini untuk diwariskan kepada para generasi muda sekarang agar daerah kita maju. Output-nya, rakyat makmur dan sejahtera,” lanjutnya. Ia menekankan bahwa seluruh langkah pembangunan yang ditempuh saat ini merupakan pondasi untuk kesejahteraan masyarakat Malaka di masa mendatang.
Sebagai penutup, ia menyampaikan refleksi mendalam: “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya.”
Ucapan ini mengandung pesan bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab sejarah masing-masing, namun hendaknya tetap menghargai perjuangan dan pengabdian mereka yang datang lebih dahulu.
Baca Juga: SBS HMS Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Demo Berbau Fitnah: Jangan Warisi Sifat Penjajah
Seruan ini muncul di tengah situasi yang sensitif, di mana puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah daerah. Meski demikian, Bupati Bria Seran berharap aspirasi tetap disampaikan dalam semangat persatuan dan dialog, bukan perpecahan.
Sementara itu, Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, menunjukkan pendekatan humanis dengan mengajak para demonstran berdialog di ruang video conference Polres Malaka. Langkah ini diapresiasi oleh para mahasiswa sebagai bentuk keterbukaan aparat dalam mendengar aspirasi rakyat.
Baca Juga: Bupati Malaka SBS dan Wakilnya HMS Fokus Kerja Untuk Rakyat, Tak Mau Layani Drama Politik
Wakil Ketua I DPRD Malaka, Ronaldo Asury, juga menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa akan menjadi perhatian serius lembaganya. Ia berkomitmen untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap isu-isu yang disuarakan oleh mahasiswa, termasuk dugaan korupsi dan penempatan fasilitas publik oleh pejabat daerah.
Dengan semakin banyaknya tokoh masyarakat yang menyuarakan pentingnya perjuangan yang bersih dari hasutan dan kepentingan kelompok tertentu, harapan akan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera kian mendapatkan pijakan yang kuat. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
