RaebesiNews.com – Bupati Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), memberikan penegasan keras namun penuh makna kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memiliki mental dan kualitas diri layaknya emas dan berlian.
Pesan tersebut disampaikan Bupati SBS saat pelantikan pejabat eselon IIb, III, dan IV lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka yang digelar di Pantai Cemara Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, di tepian Samudera Indonesia.
Dalam arahannya, Bupati SBS mengibaratkan ASN sebagai emas yang nilainya tidak pernah berubah oleh keadaan.
“Emas itu dibuang di mana saja tetap jadi emas. Mau di air, di lumpur, atau di dalam tanah, tetap emas,” tegasnya di hadapan para pejabat dan ASN.
Menurut SBS, seorang ASN sejati tidak ditentukan oleh tempat tugas atau jabatan yang diemban, melainkan oleh kualitas diri, integritas, dan etos kerja. Di mana pun ditempatkan, ASN harus tetap menunjukkan nilai, kinerja, dan dedikasi yang sama.
Lebih jauh, Bupati Malaka juga menggunakan analogi berlian untuk menggambarkan proses pembentukan karakter dan kapasitas ASN. Ia menjelaskan bahwa berlian tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang dan keras.
“Untuk mendapatkan berlian, batu itu harus dipecahkan. Setelah berliannya diambil, kemudian digosok sesuai kebutuhan. Bisa jadi cincin, kalung, gelang, atau anting,” ujar SBS.
Ia menegaskan bahwa teguran, kemarahan, dan pembinaan yang dilakukan pimpinan bukanlah bentuk kebencian, melainkan bagian dari proses “memecahkan batu” demi mendapatkan berlian terbaik.
“Itu yang kita marah adalah bagian dari memecahkan batu itu untuk ambil berliannya, lalu kita gosok lagi sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Dalam penutup arahannya, Bupati SBS kembali menekankan filosofi emas sebagai simbol ASN yang berkualitas. Emas, kata dia, tidak pernah mencari, tetapi selalu dicari karena nilainya.
“Jadilah seperti emas. Emas itu dicari, bukan mencari. Walaupun di dalam tanah atau lumpur, tetap dicari, bahkan nyawa jadi taruhannya,” tandasnya.
Ia pun mengingatkan seluruh ASN agar tidak takut atau cemas ketika dipindahtugaskan. Penempatan di mana pun seharusnya menjadi ruang pengabdian, bukan alasan untuk mengeluh.
“Kalau ditempatkan di mana saja, jangan takut. Jangan cemas. Jadilah seperti emas, di mana pun tempatnya, tetap jadi emas yang dicari banyak orang,” pungkas Bupati Malaka.
Pelantikan yang berlangsung di ruang terbuka dengan latar Samudera Indonesia tersebut menjadi simbol kuat bahwa ASN Malaka dituntut bermental tangguh, adaptif, dan bernilai tinggi, demi pelayanan publik dan pembangunan daerah yang lebih baik.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
