RaebesiNews.com – Perubahan besar sedang dirasakan para petani di seluruh Kabupaten Malaka. Jika sebelumnya hanya bisa menanam sekali dalam setahun, kini musim tanam kedua berjalan sukses di berbagai kecamatan. Hamparan sawah mulai menguning dan petani bersiap panen.
Stefanus, seorang petani di Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, mengaku perubahan ini terjadi tanpa unsur politik.
“Ini tidak ada kepentingan politik. Hanya mau bilang terima kasih untuk bapak SBS dan bapak HMS. Air selama ini lancar sekali. Tahun kemarin mana ada kerja musim kedua,” ujarnya.
Turun ke Sawah Sejak Awal Menjabat
Sejak dilantik pada Februari 2025, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), langsung menjadikan persoalan pengairan sebagai prioritas utama. Ia turun langsung ke sawah, mengecek titik-titik irigasi yang selama ini tersumbat dan tak berfungsi.
HMS menggandeng Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Kabupaten Malaka. Sejumlah excavator mini dikerahkan untuk membuka saluran air di empat kecamatan utama:
1. Malaka Tengah
2. Kobalima
3. Malaka Barat
4. Weliman
Saluran yang tertutup lumpur dan rumput dibersihkan, sebagian bahkan digali ulang agar air bisa mengalir hingga ke petakan sawah terjauh.
Dari Satu Musim Tanam Jadi Dua
Dampaknya dirasakan luas. Para petani mulai menanam kembali setelah panen pertama. Sawah yang sebelumnya hanya produktif sekali, kini bisa ditanami dua kali dalam setahun.
Petani di berbagai wilayah mengaku baru kali ini air mengalir stabil dan merata.
“Biasanya habis panen selesai sudah. Sekarang bisa tanam lagi karena air tidak putus,” kata Stefanus menambahkan.
Di Malaka Barat dan Kobalima, sejumlah lahan yang dulunya identik dengan kekeringan kini berubah menjadi area siap panen.
Kerja Nyata yang Terlihat
Kolaborasi SBS–HMS dinilai menjawab keluhan klasik petani Malaka: air terbatas, hasil kecil, dan musim tanam pendek. Dengan keterlibatan langsung pimpinan dan lintas dinas, eksekusi di lapangan berjalan cepat dan tepat.
Kini para petani bukan hanya menanam, tapi merencanakan hasil panen ganda. Anak muda yang sebelumnya enggan ke sawah mulai ikut menggarap lahan keluarga.
Senyum para petani dari Malaka Tengah hingga Malaka Barat menjadi bukti perubahan:
Air mengalir,
Kerja lancar,
Panen bertambah.
Dan ucapan terima kasih kepada SBS–HMS mengalir bukan karena janji politik, tapi karena hasil nyata yang dirasakan langsung masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
