RaebesiNews.com – Suara arus Kali Benenain dulu selalu membawa kecemasan bagi warga Desa Oekmurak, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Setiap musim hujan datang, tanah di tepi sungai perlahan runtuh, terseret arus yang kuat. Rumah-rumah yang dahulu berdiri jauh dari bantaran sungai semakin hari semakin dekat dengan bibir kali.
Kini pemandangan itu berubah. Di sepanjang bantaran Kali Benenain berdiri kokoh bronjong kawat berisi batu, tanggul pelindung yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu.
Bagi masyarakat Oekmurak, bronjong ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ia adalah benteng yang menyelamatkan kampung mereka dari ancaman tenggelam.
Erosi yang Menggerus Kampung
Selama bertahun-tahun, erosi dari Kali Benenain terus menggerus tanah di sepanjang bantaran sungai. Setiap musim hujan, banjir membawa material yang menghantam tepi kali dan mengikis tanah sedikit demi sedikit.
Tanah yang dulu menjadi halaman rumah warga berubah menjadi tebing rapuh. Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri jauh dari sungai perlahan semakin mendekat karena tanahnya terus longsor.
Keluhan warga sebenarnya sudah lama disampaikan. Namun pada masa pemerintahan sebelumnya, persoalan itu tidak pernah mendapatkan solusi nyata. Bahkan, sebagian warga justru disalahkan karena dianggap membangun rumah terlalu dekat dengan bantaran sungai.
Padahal menurut masyarakat, rumah mereka sejak awal berdiri cukup jauh dari sungai. Erosi yang terjadi setiap tahunlah yang membuat jarak itu semakin menyempit hingga mendekati pemukiman.
Janji di Tepi Sungai
Situasi itu berubah saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2024.
Ketika mengunjungi Desa Oekmurak, Stefanus Bria Seran turun langsung melihat kondisi bantaran Kali Benenain yang sudah nyaris mencapai rumah warga.
Ia berdiri di tepi sungai bersama masyarakat yang selama ini hidup dalam kecemasan. Di tempat itulah SBS menyampaikan komitmen kepada warga.
Jika ia bersama wakilnya Henri Melki Simu dipercaya memimpin Kabupaten Malaka, pemerintah daerah akan membangun bronjong untuk menahan erosi dan melindungi kampung Oekmurak.
Janji itu tidak diucapkan di ruang rapat atau di panggung politik, tetapi di bantaran sungai yang mengancam rumah warga.
Janji yang Ditepati
Dalam kontestasi Pilkada 2024, pasangan SBS–HMS akhirnya memenangkan kepercayaan rakyat.
Pada 20 Februari 2025, keduanya resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malaka oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Tidak lama setelah memulai pemerintahan, SBS langsung menjadikan pembangunan bronjong di Oekmurak sebagai salah satu prioritas.
Bronjong kawat diisi batu dan disusun bertingkat di sepanjang bantaran Kali Benenain yang paling rawan erosi. Struktur ini berfungsi menahan abrasi, memperkuat tepi sungai, dan melindungi tanah agar tidak terus longsor.
Kampung yang Kini Lebih Aman
Kini bronjong itu telah selesai dibangun.
Sabtu, 14 Maret 2026, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran kembali mengunjungi Desa Oekmurak untuk melihat langsung hasil pembangunan tersebut.
Kehadiran SBS disambut dengan rasa haru oleh warga. Mereka berdiri di sepanjang bronjong yang kini menjaga kampung mereka.
Bagi masyarakat Oekmurak, tanggul batu itu bukan sekadar proyek pembangunan. Ia adalah simbol bahwa pemerintah hadir untuk melindungi rakyatnya.
Tanpa bronjong tersebut, warga percaya kampung mereka bisa saja perlahan hilang digerus Kali Benenain.
Kini, ketakutan itu berubah menjadi harapan. Dan bronjong di bantaran sungai itu akan selalu menjadi pengingat bahwa sebuah janji politik bisa benar-benar diwujudkan menjadi kerja nyata.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
