Pertumbuhan Jagung dan Padi Ladang MT I 2025/2026 di Malaka Sangat Menjanjikan, Berpeluang Panen Signifikan

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
1770260228118.IMG 20260202 112356 686 scaled

RaebesiNews.com – Pertumbuhan tanaman jagung dan padi ladang pada Musim Tanam (MT) I tahun 2025/2026 di Kabupaten Malaka menunjukkan kondisi yang sangat baik dan berpeluang menghasilkan panen yang signifikan, jika tidak terjadi gangguan alam atau kejadian luar biasa hingga masa panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Laurensius Bere, mengatakan hal tersebut saat melakukan pemantauan langsung lahan pertanian milik masyarakat di wilayah Malaka Barat, Weliman, dan Wewiku, Rabu (5/2/2026).

“Berdasarkan hasil pantauan kami bersama tim dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) selama sepekan terakhir di berbagai kecamatan, pertumbuhan tanaman jagung dan padi ladang milik petani secara umum sangat baik,” ujar Laurensius.

Ia menjelaskan, khusus untuk tanaman jagung pada MT I, hampir di seluruh kecamatan kondisi tanaman terlihat sehat dan berpotensi memberikan hasil produksi yang optimal. Sementara itu, padi ladang yang baru berumur sekitar satu bulan menunjukkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan, meskipun masih terdapat sebagian petani yang sedang melakukan penanaman.

“Untuk jagung, produksinya bagus hampir di semua kecamatan. Padi ladang rata-rata baru ditanam satu bulan, dan sampai sekarang masih ada masyarakat yang menanam,” jelasnya.

Laurensius juga menyampaikan bahwa untuk petani sawah, saat ini sudah memasuki tahap kemandirian dalam pengolahan lahan dan penanaman. Pemerintah daerah menargetkan seluruh petani sawah dapat menyelesaikan proses tanam pada bulan Februari 2026.

“Petani sawah saat ini sudah mandiri dan mulai melakukan pengolahan lahan serta penanaman. Kita harapkan seluruhnya sudah tanam di bulan Februari tahun ini,” katanya.

Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Dinas Pertanian juga meninjau lahan-lahan pertanian yang sebelumnya mendapat dukungan pengolahan dari pemerintah. Dari hasil kunjungan, mayoritas petani telah memanfaatkan lahan tersebut dengan melakukan penanaman sesuai anjuran.

Meski demikian, Laurensius menegaskan pentingnya perawatan tanaman agar hasil panen dapat maksimal. Pemerintah daerah terus mendorong petani untuk menjaga kebersihan lahan, terutama dari gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Kami tetap memberikan dorongan kepada petani agar lahan yang sudah ditanami dibersihkan dan dirawat dengan baik, sehingga hasil panen nanti benar-benar optimal,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Malaka berharap kondisi pertanian yang positif pada MT I 2025/2026 ini dapat meningkatkan produksi pangan daerah serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version