RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka menerima kunjungan Tim Visitasi Pengampu Pelayanan Kanker dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar di RSU Penyanggah Perbatasan (RSUPP) Betun, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUPP Betun tersebut dihadiri Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, tim pengampu dari Denpasar, tim ahli Sekda, para kepala perangkat daerah, Direktur RSUPP Betun, serta tim pendamping pembangunan .
Dalam sambutannya, Bupati Stefanus Bria Seran menegaskan bahwa kehadiran tim pengampu dari Denpasar merupakan bentuk tanggung jawab historis dan solidaritas antarwilayah yang sebelumnya berada dalam satu provinsi, yakni Bali dan Nusa Tenggara.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit kanker dan penyakit tidak menular lainnya di Kabupaten Malaka.
“Tim dari Denpasar datang membantu Malaka adalah sebuah kewajiban moral, karena dulu kita berada dalam satu provinsi, Bali dan Nusa Tenggara. Yang besar harus menolong yang kecil dan yang sedang berjuang,” kata Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa selama pengalamannya bekerja di tingkat provinsi, Nusa Tenggara Timur kerap dipaparkan sebagai daerah yang masih tertinggal dalam sektor kesehatan. Karena itu, berbagai langkah strategis pernah didorong untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di daerah.
Salah satu langkah penting yang pernah diperjuangkan adalah pembentukan Fakultas Kedokteran di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Bupati menjelaskan bahwa saat itu ia turut menyampaikan berbagai potensi NTT kepada pemerintah pusat sehingga akhirnya fakultas tersebut dapat berdiri dan kini telah menghasilkan banyak tenaga dokter untuk melayani masyarakat.
“Dulu kami sering menyampaikan bahwa NTT tertinggal di bidang kesehatan. Karena itu kami dorong agar ada Fakultas Kedokteran di Undana. Setelah melalui proses panjang akhirnya dibuka dan sekarang sudah menghasilkan banyak dokter,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa keberadaan RSUPP Betun harus terus ditata dan diperkuat agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama masyarakat di wilayah perbatasan.
Ia mengingatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar tidak mengurangi anggaran yang diusulkan oleh sektor kesehatan, mengingat kebutuhan fasilitas dan sumber daya manusia di bidang kesehatan masih sangat besar.
“Usulan anggaran dari sektor kesehatan tidak boleh dicoret oleh TAPD. Peralatan harus disiapkan, dan jika peralatannya sudah ada maka SDM juga harus disiapkan untuk mengoperasikannya,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menyinggung kebijakan transformasi sistem kesehatan yang tengah dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, termasuk penguatan sistem rujukan modern dan program pengampuan pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa konsep pengampuan pelayanan kesehatan menekankan pendekatan proaktif, di mana fasilitas kesehatan yang lebih maju mendampingi dan memperkuat layanan di daerah.
“Konsep pengampu itu sederhana: yang sehat mengunjungi yang sakit, bukan yang sakit selalu datang ke tempat yang jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengampu dari RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Malaka dan jajaran RSUPP Betun.
Ia mengaku merasa terhormat dapat hadir di Malaka dan berharap kerja sama ini mampu membangun kolaborasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami sangat senang dan merasa terhormat atas sambutan yang luar biasa dari Malaka. Ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus semangat kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Kunjungan tim pengampu ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan kanker di RSUPP Betun serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan fasilitas medis di Kabupaten Malaka.
Setelah acara penerimaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil RSUPP Betun oleh Direktur rumah sakit, dr Oktelin Kaswadie , dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke berbagai unit pelayanan serta diskusi teknis antara tim pengampu dan jajaran manajemen rumah sakit guna merumuskan langkah-langkah peningkatan layanan kesehatan di wilayah tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
