Daerah  
| Topik :

SBS Singgah di Lapangan SSB Wewiku, Menyapa Mimpi Anak-Anak Malaka di Tengah Senja Lapangan Hijau

Reporter : Frido Umrisu RaebesiEditor: Redaksi
IMG 20260401 WA0058
SBS Singgah di Lapangan SSB Wewiku, Menyapa Mimpi Anak-Anak Malaka di Tengah Senja Lapangan Hijau

RaebesiNews.com – Di hamparan rumput lapangan SSB Wewiku yang mulai menguning diterpa musim, langkah itu berhenti sejenak. Dalam perjalanan pulang dari Kupang menuju Malaka, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, yang akrab disapa SBS, memilih untuk singgah. Bukan sekadar beristirahat, tetapi menyapa masa depan.

Di sana, puluhan anak dengan jersey kuning berdiri berbaris. Wajah-wajah muda penuh semangat, sebagian masih berbalut keringat, sebagian lagi menggenggam bola dengan harapan yang diam-diam mereka simpan dalam dada. Kedatangan SBS disambut hangat oleh para pemain Sekolah Sepak Bola (SSB), pelatih, dan pengurus SSB Wewiku, sebuah sambutan yang sederhana, namun sarat makna.

Di tengah mereka, SBS tidak tampil sebagai pejabat yang berjarak. Ia hadir sebagai seorang pembina, seorang yang percaya bahwa mimpi besar seringkali lahir dari tempat sederhana, dari lapangan desa, dari kaki-kaki kecil yang menendang bola dengan penuh keyakinan.

“Anak-anak ini adalah masa depan Malaka. Mereka harus diberi ruang, diberi pembinaan, dan diberi harapan,” kira-kira begitulah pesan yang tersirat dari kehadirannya.

Program olahraga berprestasi memang bukan sekadar jargon dalam kepemimpinan SBS bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS). Ia telah menjadi komitmen nyata. Pemerintah Kabupaten Malaka menaruh perhatian serius pada pembinaan atlet usia dini, khususnya sepak bola, olahraga yang paling dekat dengan denyut nadi masyarakat.

SSB Wewiku menjadi salah satu titik terang dari visi besar itu. Di lapangan ini, bukan hanya teknik yang diasah, tetapi juga karakter dibentuk. Disiplin, kerja sama, dan semangat juang ditanamkan sejak dini, nilai-nilai yang kelak akan membentuk bukan hanya pemain bola, tetapi juga generasi yang tangguh.

SBS memahami betul bahwa untuk melahirkan pemain sepak bola profesional, prosesnya tidak instan. Ia harus dimulai dari bawah, dari desa, dari anak-anak yang hari ini mungkin hanya bermain tanpa sepatu yang sempurna, namun memiliki mimpi yang tak terbatas.

Langkah kecil seperti singgah di lapangan SSB Wewiku ini mungkin terlihat sederhana. Namun di balik itu, ada pesan besar: bahwa pemerintah hadir, melihat, dan peduli.

Sore itu, langit Wewiku menggantungkan awan kelabu yang perlahan berubah keemasan. Di bawahnya, anak-anak tetap berdiri, sebagian tersenyum, sebagian masih memandang tak percaya bahwa orang nomor satu di Malaka berdiri di tengah mereka.

Dan mungkin, di antara mereka, ada satu atau dua anak yang diam-diam berkata dalam hati:
“Suatu hari nanti, saya akan bermain lebih jauh dari lapangan ini.”

Di situlah semua bermula. Dari sebuah singgah. Dari sebuah perhatian. Dari keyakinan bahwa Malaka tidak pernah kekurangan talenta, hanya butuh kesempatan untuk tumbuh dan bersinar.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *