RaebesiNews.com – Sesuai jadwal melalui undangan yang sudah dikeluarkan minggu yang lalu, Pemerintah Kabupaten Malaka tetap menggelar kegiatan Open House di kediaman Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH di Weleun, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah.
Open House tersebut baru dilaksanakan hari ini, Senin, 30 Desember 2024 karena pada saat perayaan Natal, Bupati Malaka bersama keluarga merayakannya di luar Malaka.
Mirisnya, kegiatan Open House itu dilaksanakan di saat masyarakat di beberapa desa di Malaka Tengah, Malaka Barat dan Weliman tengah berada dalam situasi sulit karena sedang diterpa bencana banjir.
“Saya sedih sekali ketika mendengar informasi bahwa Bupati Malaka tetap melaksanakan agenda Open House perayaan Natal di saat masyarakatnya sedang dalam keadaan susah,” kata Petrus Seran, salah seorang warga Malaka Barat di Betun, Senin (30/12/24).
Petrus mengungkapkan tadi siang dirinya datang ke Betun untuk sebuah urusan.
“Saya melihat banyak mobil dan motor di rumah Bupati di Weleun. Lalu sampai di Betun saya dapat informasi kalau Bupati Malaka bersama para pejabat Pemda Malaka dan masyarakat sedang melaksanakan Open House,”
“Terus terang, sebagai warga masyarakat di Malaka Barat, saya sedih sekali. Karena kami sementara susah. Rumah kami digenangi air dan lumpur. Lahan pertanian banyak yang rusak, ternak kami ada yang mati. Lalu di saat yang bersamaan, Pemda Malaka bersenang – senang dan bersuka ria. Kami kecewa sekali,” kata Petrus.
Bahkan Petrus menambahkan, apakah Pemda Malaka tutup mata dengan situasi yang dialami masyarakat saat ini.
“Apakah anggaran untuk open house itu misalnya bisa dipakai untuk berbagi kasih dengan masyarakat,” ujarnya retoris.
Terpisah, Sekda Malaka Ferdinand Un Muti membenarkan adanya open house di kediaman Bupati Malaka di Weleun, Senin 30 Desember 2024.
Sebagai informasi, sudah 2 hari ini sebagian masyarakat di Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat dan Weliman mengalami musibah banjir.
Banjir luapan kali Benenai ini merendam rumah dan kebun milik warga.
Masyarakat yang terdampak bencana banjir ini sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah Kabupaten Malaka.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka telah mendirikan satu posko di Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat.
“Dulu kalau mau Pilkada pasti sudah banyak bantuan datang. Bahkan bupati biasanya langsung turun ke lokasi. Miris memang,” keluh salah satu warga Aintasi, Adi Bria.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









