RaebesiNews.com – Kepala Desa Wekmidar, Chonterius Lan, memimpin langsung aksi gotong royong membersihkan bahu jalan di sepanjang jalur utama desa pada Jumat pagi (9/5).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA ini melibatkan sejumlah warga, termasuk aparat desa dan tokoh masyarakat.
Aksi bersih-bersih ini bukan yang pertama. Menurut Kades Chonterius, kegiatan serupa dilakukan secara rutin sebagai bagian dari implementasi instruksi Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai fondasi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Baca Juga: RSUPP Betun Tambah Dokter Spesialis Saraf, Bukti Nyata Peningkatan Layanan Kesehatan di Malaka
“Kita jalankan arahan Pak Bupati: desa harus bersih, karena kalau lingkungan bersih, masyarakat pasti lebih sehat. Ini tanggung jawab kita bersama,” ungkap Chonterius di sela kegiatan.
Instruksi tersebut tertuang dalam program prioritas Bupati SBS selama masa kepemimpinannya, yaitu Desa Bersih, Rakyat Sehat. Dalam berbagai kesempatan, SBS selalu menegaskan bahwa kepala desa dan seluruh perangkatnya wajib menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan memobilisasi partisipasi warga.
“Kalau setiap desa bersih, maka kabupaten ini akan bersih. Kalau rakyat hidup bersih, maka mereka akan sehat. Kalau rakyat sehat, maka akan bekerja dan menghasilkan,” demikian kutipan pernyataan SBS SBS.
Pantauan di lokasi menunjukkan partisipasi aktif warga, mulai dari mencabut rumput liar di bahu jalan hingga merapikan semak belukar yang berpotensi menutupi pandangan pengendara.
Lokasi kegiatan terpantau berada di koordinat -9.613212°, 124.824149° di wilayah Wekmidar, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Perbup 2022 Lemah, Hasil Pilkades di Malaka Jadi Bom Waktu
Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan solidaritas antarwarga, mengingat tradisi gotong royong perlahan mulai tergerus di sejumlah desa lain akibat modernisasi dan mobilitas penduduk.
“Selain bersih-bersih, ini juga cara kita tetap jaga kebersamaan. Masyarakat butuh ruang saling sapa dan kerja bareng,” tambah seorang warga yang ikut serta.
Diharapkan, inisiatif ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Malaka untuk terus menjaga semangat kebersihan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











