Daerah  

Respon Penjabat Desa Kereana atas Instruksi Bupati SBS: Bersatu, Bergerak, Bersih dan Sehat

Screenshot 20250515 190810 WhatsApp 2286105155

RAEBESINEWS.COM – Di sudut selatan Kabupaten Malaka, tepatnya di Desa Kereana, desa terpadat di Kecamatan Botin Leobele, Jumat pagi 9 Mei 2024 membawa suasana yang tak biasa. 

Matahari baru saja menyingsing, namun di pelataran Kantor Desa Kereana, langkah kaki sudah ramai, suara cangkul berpadu dengan obrolan hangat warga. Hari itu, Jumat Bersih bukan sekadar rutinitas. Ia menjelma jadi pernyataan sikap.

Baca Juga: Ronaldo Asury Perjuangkan Pembangunan Kembali Jembatan Numponi, Urat Nadi Dapil III Malaka

Willybrodus Kanisius Khun, S.Sos, Penjabat Kepala Desa Kereana, berada di barisan terdepan. Dengan lengan tergulung dan parang di tangan, ia turun langsung memimpin aparat desa dan masyarakat dalam membersihkan belukar yang menjalar di pinggir jalan desa serta memperbaiki pagar kayu kantor yang mulai lapuk dimakan usia.

“Kalau kita mau desa ini maju, kita mulai dari hal paling dasar: kebersihan dan kerja bersama,” ujarnya, napasnya masih berat setelah memotong semak di tepi jalan. 

Baca Juga: Kepala Desa Nanin Diaudit, Pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2025 Ditunda

“Saya hanya menjalankan instruksi Bapak Bupati, tapi saya percaya, perubahan nyata dimulai dari sini.”

Instruksi yang dimaksud datang dari Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, yang kembali menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gerakan hidup sehat dan tertib. Di Kereana, instruksi itu tidak berhenti di atas kertas. Ia menjelma jadi semangat kolektif.

Warga, dari anak muda hingga orang tua, bahu-membahu membawa alat kerja masing-masing. Para perempuan menyapu halaman kantor desa, sementara beberapa pria memperbaiki pagar yang telah miring. 

Baca Juga: Wabup Malaka Bawa Aspirasi Listrik Warga ke PLN Betun

Anak-anak berlarian sambil ikut memungut sampah dedaunan. Jalan desa yang semula tertutup semak kini terbuka rapi, seperti menyambut masa depan yang lebih terang.

Meski terpencil dan sering terlewat dari sorotan pembangunan, Kereana justru menyimpan energi sosial yang kuat. 

Sebagai desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Botin Leobele, tantangan Kereana bukan hanya soal jarak dan infrastruktur, tapi juga soal bagaimana mengelola potensi warganya yang besar.

Baca Juga: Instruksi Bupati Diabaikan, Warga Minta PMD Tahan Dana Desa Babulu

“Yang penting kita kompak. Jumlah penduduk yang banyak itu bukan beban, justru kekuatan kalau kita bersatu,” tegas Willy Khun.

Langkah kecil ini menjadi simbol besar. Di balik kegiatan sederhana membersihkan desa, ada pesan bahwa perubahan tak menunggu program besar. Ia bisa dimulai dari niat dan aksi kolektif yang nyata.

Baca Juga: Dipuji Bupati SBS, Kabag Pemerintahan Malaka Irene Noviasalalita Tuai Apresiasi atas Kinerja Profesionalnya

Dan bagi Willy Khun, jabatan hanyalah alat. Tujuannya tetap satu: membawa Kereana melangkah maju, setahap demi setahap.

Jumat pagi itu, desa Kereana tak hanya tampak bersih. Ia juga terasa lebih hidup. Lebih percaya diri. Karena pemimpinnya tak berdiri di belakang meja, tapi di tengah warganya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *