RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka terus mendorong peningkatan akses pendidikan anak usia dini melalui program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah. Sosialisasi program ini digelar di Kecamatan Weliman dengan melibatkan para Bunda PAUD kecamatan dan desa sebagai peserta utama.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Malaka, Ny. Liem Jun Djung, yang menegaskan bahwa peran Bunda PAUD sangat vital sebagai figur sentral dan motor penggerak dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di tingkat desa.
Baca Juga: SBS-HMS di Sidang RPJMD: Rencana Harus Jadi Kenyataan yang Berguna Bagi Rakyat
“Bunda PAUD bukan hanya simbol, mereka adalah ujung tombak perubahan di masyarakat. Kita ingin memastikan semua anak usia 5–6 tahun mendapatkan pendidikan prasekolah sebelum masuk SD,” tegas Ny. Liem Jun Djung dalam sambutannya.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar secara menyenangkan dan adaptif, serta mendukung kesiapan belajar anak secara utuh.
Namun, tantangan besar masih dihadapi. Angka partisipasi anak usia 5–6 tahun di Kabupaten Malaka baru mencapai 64 persen, jauh di bawah target nasional 80 persen. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Malaka menempati peringkat ke-21 dari 22 kabupaten/kota se-NTT dalam capaian partisipasi PAUD kelompok usia tersebut.
Baca Juga: Polemik RS Pratama Wewiku: Simon Nahak Pernah Bilang, Ikan Itu Busuk dari Kepala
Kondisi ini menjadi perhatian serius dan menjadi dasar kuat bagi kegiatan sosialisasi yang dilakukan di Weliman.
“Penting bagi kita semua, orang tua, guru, kepala desa, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama memastikan anak-anak kita tidak tertinggal dari sisi pendidikan dasar. Ini bukan sekadar kewajiban, tapi tanggung jawab moral,” ujar Ny. Liem Jun Djung.
Baca Juga: Perjalanan Iman HMS di Gereja GMIT Talitakumi Hoineno: Politik Usai, Kini Kita Semua Satu
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, terutama Bunda PAUD desa yang menyatakan kesiapan untuk menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kalau bukan kita yang bergerak dari desa, siapa lagi? Pendidikan anak usia dini bukan formalitas, ini pondasi masa depan,” kata seorang Bunda PAUD peserta kegiatan dengan semangat.
Pemerintah Kabupaten Malaka menargetkan peningkatan signifikan dalam angka partisipasi PAUD tahun ajaran mendatang, dan akan mereplikasi sosialisasi serupa di seluruh kecamatan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









