RaebesiNews.com – Kabar baik datang dari masyarakat yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain, khususnya di wilayah Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Tanggul Oanmane membawa harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir setiap musim hujan.
Sejumlah warga bersama para kepala desa setempat mengungkapkan rasa syukur karena keberadaan tanggul tersebut terbukti mampu menahan ancaman banjir pada musim hujan tahun ini. Mereka berharap pembangunan infrastruktur pengendali banjir itu dapat terus dilanjutkan agar perlindungan terhadap permukiman dan lahan pertanian masyarakat semakin maksimal.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh beberapa kepala desa di wilayah DAS Benenain, yakni Desa Oanmane, Fafoe, Umatoos, dan Rabasa Haerain, saat menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi Gerindra, Fernando Jose Lemos Osorio Soares.
Penyampaian aspirasi itu berlangsung saat Fernando Soares mengunjungi lokasi Tanggul Oanmane di Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.
Tanggul Oanmane Teruji Saat Musim Hujan
Tanggul Oanmane yang telah dibangun sepanjang kurang lebih satu kilometer kini menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat setempat. Keberadaannya memberikan perlindungan terhadap ancaman luapan Sungai Benenain yang selama ini menjadi persoalan serius bagi warga di kawasan tersebut.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, kondisi tanggul terpantau stabil dan tidak ditemukan longsoran pada bagian tanggul yang telah dibangun. Kondisi ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang mendambakan rasa aman dari ancaman banjir.
Bagi warga, tanggul tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bentuk perlindungan terhadap rumah, kebun, lahan pertanian, serta sumber penghidupan keluarga.
Pengalaman menghadapi musim hujan tahun ini menumbuhkan optimisme masyarakat bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang tepat dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Masih Ada 4 Kilometer yang Perlu Dilanjutkan
Meski bersyukur atas manfaat Tanggul Oanmane, masyarakat menyadari bahwa pekerjaan tersebut belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sekitar empat kilometer pembangunan tanggul yang diharapkan dapat dilanjutkan hingga wilayah Desa Umatoos.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Malaka, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, hingga pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kelanjutan pembangunan tersebut.
Harapan ini bukan tanpa alasan. Perlindungan perlu diperluas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di sepanjang DAS Benenain, terutama mereka yang masih menghadapi risiko banjir setiap musim hujan.
Kelanjutan pembangunan tanggul diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengurangi potensi kerugian akibat banjir, melindungi lahan produktif, serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Fernando Soares Kunjungi Tanggul Oanmane
Kunjungan Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Jose Lemos Osorio Soares ke Tanggul Oanmane menjadi kesempatan bagi para kepala desa untuk menyampaikan langsung kondisi lapangan sekaligus aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan lanjutan.
Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, Fernando diharapkan dapat ikut mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi dan perjuangan anggaran sesuai kewenangannya, sehingga pembangunan tanggul yang masih tersisa dapat memperoleh perhatian dari pemerintah terkait.
Masyarakat membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar penanganan banjir di kawasan DAS Benenain tidak berhenti pada pembangunan satu kilometer tanggul, tetapi berlanjut hingga wilayah yang masih membutuhkan perlindungan.
Harapan Warga: Jangan Berhenti di Oanmane
Keberhasilan Tanggul Oanmane menghadapi musim hujan tahun ini menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk berharap agar pembangunan tersebut terus diperluas.
Warga menginginkan agar upaya pengendalian banjir dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar menjadi respons terhadap bencana yang datang berulang kali. Pembangunan tanggul yang tuntas diharapkan mampu memberikan rasa aman, menjaga hasil pertanian, dan mengurangi kekhawatiran masyarakat setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Malaka Barat.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada kelanjutan pembangunan sekitar empat kilometer tanggul menuju Desa Umatoos.
Bagi warga DAS Benenain, setiap meter tanggul yang dibangun berarti tambahan perlindungan bagi kehidupan mereka. Rasa syukur atas manfaat Tanggul Oanmane harus menjadi momentum untuk melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa.
Masyarakat telah merasakan manfaatnya. Kini, yang dibutuhkan adalah komitmen bersama agar perlindungan dari ancaman banjir dapat menjangkau lebih banyak warga Malaka Barat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
