Kupas Tuntas Program Unggulan 3 Paket Calon Bupati Malaka

Headline Pilkada

RaebesiNews.com – Pilkada Malaka 2024 makin ramai di publik dan berbagai laman media sosial.

Kini para calon bupati dan wakil bupati bersama tim dari partai politik memasuki tahapan kampanye.

Di Kabupaten Malaka, ada 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Semuanya tidak asing untuk masyarakat Kabupaten Malaka.

Sebut saja, nomor urut 1 ada petahana, Simon Nahak bersama calon wakilnya, Felix Bere Nahak. Simon Nahak adalah bupati incumbent dan Felix Bere Nahak, mantan anggota DPRD Kabupaten Malaka, fraksi NasDem.

Nomor urut 2 ditempati oleh mantan Bupati Perdana Kabupaten Malaka, Stefanus Bria Seran dan wakilnya, Henri Melki Simu. Dua tokoh ini juga sangat familiar di Kabupaten Malaka. Kolaborasi birokrat murni dan politisi kawakan partai Golkar Malaka yang kredibilitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Sedangkan nomor 3 dimiliki oleh Kim Taolin dan pasangannya, Eduardus Bere Atok. Kim Taolin, politisi PKB yang menjabat aktif sebagai wakil bupati Malaka dan Eduardus Bere Atok mantan ASN yang memilih pensiun dini guna memenuhi persyaratan maju sebagai calon wakil bupati Malaka.

Sedikit untuk dikenal para calon pemimpin di Kabupaten Malaka, lebih lanjut kita paparkan program kerja yang ditawarkan masing-masing.

Karena sesungguhnya yang paling penting untuk diketahui masyarakat adalah program kerja.

Program kerja siapakah yang paling memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Malaka?

Mari kita ulas satu – persatu.

1. SN – FBN (Simon Nahak – Felix Bere Nahak)

Ingin melanjutkan programnya di periode kedua nanti, Simon Nahak menawarkan lagi program lama yang dikenal dengan nama SAKTI. Program SAKTI salah satu atau yang menjadi primer adalah Swasembada Pangan dan Beras Nona Malaka.

Di sini kita bahas yang paling pertama yakni Swasembada Pangan (Pertanian) yang mana menyangkut hajat hidup mayoritas orang Malaka.

Program Swasembada Pangan ini sangat santer digaungkan oleh Bupati Simon Nahak yang diklaim berhasil sukses.

Arti sederhananya, masyarakat berkelimpahan bahan makanan pokok.

Program Swasembada Pangan ini juga didalamnya terdapat brand beras Nona Malaka, beras lokal petani Malaka.

Ini juga diklaim sukses. Tapi sukses dalam artian berhasil menciptakan brand beras lokal Malaka yang terdaftar di Kemenkumham.

Fakta di lapangan, hingga saat ini Beras Nona Malaka itu menjadi barang langka yang sulit ditemukan di pasaran.

Fakta lain lagi, pada bukan Februari 2024 lalu, secara nasional ada kenaikan harga beras yang signifikan. Harusnya, efeknya tidak boleh ada di Malaka. Karena di Malaka lagi Swasembada Pangan dan ada juga beras lokal si Nona Malaka.

Nyatanya, si Nona Malaka ini tidak berdaya  dengan kenaikan harga beras sampai 18.000 per kilogram. Solusinya, bantuan beras premium dari kementerian sosial juga ikut dibagikan kepada masyarakat yang tengah mengalami krisis pangan.

Si Nona Malaka, mungkin saja belum dipanen atau ada kejutan di periode kedua Simon Nahak? Masyarakat Malaka tentukan pilihanmu.

2. SBS – HMS (Stefanus Bria Seran – Henri Melki Simu)

Stefanus Bria Seran sejatinya adalah seorang dokter dengan jabatan terakhir di ASN sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Sebagai seorang dokter, sudah pasti SBS sangat peduli soal kesehatan. Program yang paling primer di kubu SBS – HMS adalah pelayanan kesehatan yang memadai dan gratis. Cukup dengan dengan KTP elektronik, warga Malaka berhak berobat gratis di Malaka dan beberapa fasilitas kesehatan di NTT.

Tidak hanya berobat gratis saja, program kesehatan ala SBS – HMS juga menjamin ketersediaan dokter ahli yang lengkap dan pelayanan kesehatan yang prima.

Hal ini agar mencegah pasien dari Malaka rujuk ke Kupang atau Atambua.

“Kita siapakan dokter ahli yang cukup, sehingga dapat melayani masyarakat Kabupaten Malaka secara total. Kalau sakit, tidak perlu rujuk lagi. Ada dokter ahli yang berpengalaman. Kami merasa prihatin, kalau hanya mau melahirkan saja harus rujuk ke Atambua. Ini fatal sekali,” ungkap HMS dalam setiap kesempatan Kampanye soal kesehatan gartis dan pelayanan kesehatan di Malaka.

Bukan sebatas omongan atau janji kampanye. Soal pelayanan dan kesehatan gratis ini, sudah dilakukan dan dinikmati masyarakat Malaka sejak 2016 sampai 2026, saat SBS memimpin Kabupaten Malaka.

Selain Kesehatan, SBS – HMS juga prioritaskan Pertanian.

“Kami fokus di kesehatan dan pertanian karena ini langsung menyentuh masyarakat kecil. Misalnya, petani kita bantu olah lahannya, kita beri pupuk, bibit dan tenaga pendamping yang berkualitas. Kalau kerja kebun dan jatuh sakit, ada fasilitaskesehatan yang memadaidan gratis, ” kata HMS.

Masih ada lagi program lainnya yakni Infrastruktur jalan dan jembatan olahraga berprestasi, peningkatan sumber daya manusia dan penanggulangan bencana.

3. KITA – EBA (Kim Taolin – Eduardus Bere Atok)

Kim Taolin sosok anak muda yang karir politiknya sukses. Bersama pasangannya, KITA – EBA menawarkan program unggulannya, berobat gratis gunakan e-ktp dan 1 desa 1 traktor balik tanah.

Sama seperti SBS – HMS, Kim Taolin bersama wakilnya ingin melanjutkan dan membenahi program pengobatan gratis menggunakan e-ktp yang dulu diterapkan bupati perdana Malaka, Stefanus Bria Seran.

“Namun kita benahi lagi, dulunya hanya bisa digunakan di Atambua dan Kupang, kalau nanti kita terpilih, berobat gratis di seluruh Indonesia menggunakan e-ktp,” ungkap Kim Taolin.

Itulah beberapa program unggulan dari tiga calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Malaka 2024.

Paling penting adalah memilih dengan cerdas setelah mengetahui semua program unggulan dari semua calon bupati dan wakil bupati Malaka.

Pertanyaannya, siapakah yang mempunyai program pro rakyat khususnya masyarakat kecil seperti petani?***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version