Warga Numbei Siapkan Ayam Merah untuk Prosesi Halirin Jembatan Gantung Karya SBS HMS

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
20260727 150625 scaled
Warga Numbei Siapkan Ayam Merah untuk Prosesi Halirin Jembatan Gantung Karya SBS HMS

RaebesiNews.com – Masyarakat Kampung Numbei, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, telah bersiap menyambut prosesi Halirin (pendinginan) Jembatan Gantung Numbei yang akan segera dilaksanakan. Warga bahkan telah menyiapkan ayam merah sebagai bagian dari ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Timor.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), menegaskan bahwa tidak akan ada acara peresmian maupun pesta. Menurutnya, yang akan dilakukan hanyalah Halirin, yaitu ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Timor.

“Tidak ada peresmian. Yang ada adalah Halirin (pendinginan), karena adat kita orang Timor. Semua kegiatan yang bersentuhan langsung dengan besi harus ada pendinginan. Tidak ada pesta, hanya ada ayam merah untuk bikin dingin jembatan,” tegas SBS.

Menurut SBS, prosesi Halirin merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam. Ritual tersebut adalah ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus doa agar jembatan yang akan digunakan masyarakat senantiasa membawa keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi setiap orang yang melintas.

Bagi masyarakat Numbei, prosesi ini memiliki nilai yang sangat istimewa. Selama puluhan tahun mereka hidup dalam keterisolasian dan harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi Sungai Benenain, terutama ketika musim hujan. Kini, dengan hadirnya Jembatan Gantung Numbei yang dibangun melalui kepemimpinan SBS HMS, harapan baru akhirnya menjadi kenyataan.

Tokoh adat bersama masyarakat telah menyiapkan seluruh kebutuhan ritual, termasuk ayam merah yang menjadi simbol dalam prosesi pendinginan. Ritual ini diyakini sebagai doa agar jembatan selalu kokoh, aman digunakan, dan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat.

Kehadiran Jembatan Gantung Numbei bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jembatan ini menjadi simbol perubahan bagi Kampung Numbei, membuka akses menuju pusat Kota Betun, memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Prosesi Halirin nantinya akan menjadi penanda dimulainya pemanfaatan jembatan oleh masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Malaka tetap menghormati dan menjunjung tinggi adat serta budaya masyarakat Timor. Dengan demikian, kemajuan pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version