Kemenkes RI Apresiasi Puskesmas Weliman, Langkah Nyata Pelayanan ODGJ dari Malaka Jadi Contoh bagi NTT

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
683568f1ea163
Kemenkes RI Apresiasi Puskesmas Weliman, Langkah Nyata Pelayanan ODGJ dari Malaka Jadi Contoh bagi NTT

RaebesiNews.com – Langkah proaktif Puskesmas Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam memfasilitasi rujukan langsung seorang pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata, Kota Kupang, mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas upaya pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus memperoleh akses terhadap pelayanan medis lanjutan secara layak.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Puskesmas Weliman tersebut kepada Koranmedia.com, Selasa (20/10/2026).

“Kemenkes RI tentunya mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif dari Puskesmas Weliman yang secara proaktif memfasilitasi rujukan langsung ODGJ yang membutuhkan pelayanan spesialistik dan lanjutan ke fasilitas pelayanan rujukan, dalam hal ini RSJ, dengan melibatkan lintas sektor,” ujar Aji, menyampaikan pernyataan Menteri Kesehatan RI.

Pelayanan yang Mengutamakan Kebutuhan Pasien

Di bawah kepemimpinan Hendriana M.L. Wangge, A.Md.KG, Puskesmas Weliman dinilai telah menunjukkan peran penting fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menjembatani kebutuhan pasien dengan pelayanan spesialistik yang tersedia di rumah sakit rujukan.

Puskesmas Weliman Bersinergi, Rujuk Pasien ODGJ ke RSJ Naimata Kupang, Lima Pasien Lainnya Menyusul

Rujukan tersebut bukan sekadar proses pemindahan pasien dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasien ODGJ mendapatkan pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi, serta pendampingan sesuai kebutuhan medisnya.

Dalam konteks pelayanan kesehatan jiwa, akses terhadap penanganan yang tepat menjadi hal penting. Terlebih bagi masyarakat di daerah yang menghadapi tantangan jarak, transportasi, dan keterbatasan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan.

Karena itu, keterlibatan puskesmas bersama berbagai pihak menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

Menjadi Contoh bagi Puskesmas Lain di NTT

Kemenkes RI juga menilai inisiatif Puskesmas Weliman sebagai praktik baik yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh puskesmas lain di Nusa Tenggara Timur.

“Langkah yang diambil oleh Puskesmas Weliman ini menjadi pembelajaran baik untuk dicontoh dan direplikasi oleh puskesmas lainnya di NTT,” imbuh Aji, dikutip Koranmedia.com.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat perlu terus diperkuat, terutama dalam penanganan pasien yang memerlukan layanan spesialistik dan dukungan lintas sektor.

Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari ketersediaan gedung, tenaga medis, maupun fasilitas, tetapi juga dari kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali kebutuhan pasien dan membantu mereka memperoleh penanganan yang sesuai.

Komitmen Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Malaka

Apresiasi dari Kemenkes RI menjadi dorongan positif bagi Puskesmas Weliman dan seluruh jajaran pelayanan kesehatan di Kabupaten Malaka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Langkah ini sekaligus mengingatkan bahwa pasien dengan gangguan jiwa berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi, tanpa stigma dan diskriminasi, serta dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di tengah tantangan pelayanan kesehatan di wilayah NTT, inisiatif Puskesmas Weliman memperlihatkan pentingnya kehadiran tenaga kesehatan yang proaktif, kepedulian terhadap sesama, dan kerja sama lintas sektor.

Dari Kabupaten Malaka, sebuah langkah pelayanan kesehatan kini mendapat perhatian di tingkat nasional. Harapannya, praktik baik ini tidak berhenti sebagai satu kisah keberhasilan, tetapi menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Puskesmas hadir bukan hanya untuk mengobati, tetapi juga memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version