Langkah PS Malaka U-15 menuju partai puncak Soeratin Cup 2026 semakin nyata. Bermain penuh disiplin dan mengandalkan permainan umpan-umpan pendek khas tiki-taka, Manu Meo Muda sukses menundukkan BMU Alor Pantar dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Jumat (11/7/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, anak-anak Malaka langsung mengambil inisiatif menyerang. Aliran bola dari kaki ke kaki membuat permainan mereka lebih hidup dan mampu menguasai jalannya pertandingan pada 10 menit pertama.
Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir dan ketangguhan penjaga gawang BMU Alor Pantar membuat gawang mereka tetap aman.
Di sisi lain, BMU Alor Pantar beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang dimotori pemain bernomor punggung 7 dan 9. Namun, seluruh ancaman itu mampu dipatahkan barisan pertahanan Malaka bersama penampilan tenang sang penjaga gawang.
Kesempatan emas datang ketika PS Malaka memperoleh hadiah penalti setelah pemain Alor melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Sayangnya, tendangan eksekutor bernomor punggung 10 hanya melebar tipis di sisi kanan gawang.
Tidak lama berselang, sundulan Rinto (18) nyaris mengubah papan skor, tetapi bola masih melayang tipis di atas mistar.
Peluang emas lainnya hadir melalui Bayu (11) setelah menerima umpan dari sisi kanan, namun tendangannya kembali melebar tipis.
Dominasi permainan belum mampu dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir.
Kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor kacamata, 0-0.
Memasuki babak kedua, kerja keras PS Malaka akhirnya membuahkan hasil. Rinto, pemain bernomor punggung 18, memecah kebuntuan dan membawa Malaka unggul 1-0 melalui penyelesaian akhir yang tenang.
Keunggulan itu semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Beberapa menit kemudian, kerja sama tim yang rapi kembali menghasilkan gol. Kevin (9) sukses menuntaskan sebuah skema serangan apik untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-50.
Di balik kemenangan ini, terdapat strategi cerdas pelatih Dhion Bria Seran bersama jajaran staf pelatih. Mereka menggeser Arfani, yang sebelumnya dikenal sebagai penyerang, menjadi pemain bertahan.
Keputusan itu terbukti sangat efektif. Arfani tampil disiplin mengawal mesin gol BMU Alor Pantar bernomor punggung 7, 9, yang dikenal memiliki kecepatan tinggi. Berkali-kali upaya mereka dipatahkan sehingga serangan Alor kehilangan daya gedor.
Setelah unggul dua gol, PS Malaka tidak terburu-buru. Mereka bermain sabar, mengendalikan tempo, menguasai penguasaan bola, serta terus melancarkan serangan bertubi-tubi yang memaksa barisan pertahanan BMU Alor Pantar bekerja ekstra keras.
BMU Alor Pantar sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 tiga menit menjelang berakhirnya waktu normal babak kedua. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang setelah tambahan waktu dua menit, keunggulan PS Malaka tetap bertahan.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kekuatan PS Malaka bukan hanya terletak pada kualitas individu, tetapi juga pada kerja sama tim, disiplin, kesabaran, semangat juang pantang menyerah, serta permainan kolektif yang semakin matang.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, yang sedang menjalankan tugas di luar daerah tetap mengikuti pertandingan melalui siaran langsung.
Usai laga, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pemain.
“Proficiat untuk anak-anak PS Malaka. Kalian telah berjuang luar biasa. Tetap fokus dan siapkan diri menghadapi pertandingan final. Perjuangan belum selesai,” pesannya.
Ucapan selamat juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Malaka yang juga Ketua PSSI Malaka, Adrianus Bria Seran, SH. Ia mengajak seluruh pemain untuk tetap rendah hati meski berhasil mencapai partai puncak.
“Proficiat kepada seluruh pemain dan tim pelatih. Tetap fokus menghadapi final besok, tetap rendah hati, disiplin, dan berjuang memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Malaka,” ujarnya.
Laga semifinal tersebut turut disaksikan mantan Wakil Bupati Belu periode 1999–2004 yang juga sesepuh Malaka, Bria Johanes, yang selalu hadir memberikan dukungan langsung kepada PS Malaka.
Hadir pula sejumlah pimpinan perangkat daerah, Kabag Protokol , Heri Klau, orang tua pemain, serta keluarga besar masyarakat Malaka yang berdomisili di Kota Kupang.
Kemenangan atas BMU Alor Pantar memastikan PS Malaka melaju ke final Soeratin Cup U-15 2026. Pada partai puncak yang digelar Sabtu (12/7/2026), Manu Meo Muda akan menghadapi Cristal FC dalam perebutan gelar juara.
Editor : Boni Atolan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
